Home / Cerita Humor / Kisah Tiga Sahabat yang Ingin Merokok

Kisah Tiga Sahabat yang Ingin Merokok

Kisah Tiga Sahabat yang Ingin Merokok

Kisah Tiga Sahabat yang Ingin Merokok

Kisah Tiga Sahabat yang Ingin Merokok

Ada sebuah kisah di mana ada tiga sahabat, yaitu si Katak yang panggilannya si Botak, karena memang Katak tidak punya rambut di kepalanya, Kura-kura yang karena geraknya lelet, maka suka dikira pura-pura mati, padahal lagi tidur siang, dan si Luwing atau lebih dikenal Kaki Seribu, karena memang kakinya banyak banget, sampai-sampai susah untuk dihitung satu per satu.

Pada suatu hari, tiga sahabat ini merayakan hari persahabatan mereka yang tepat pada hari lebaran monyet. Karena si Kura-kura suka pura-pura mati apabila ditanya mau di tempat siapa untuk merayakan hari persahabatannya tersebut, maka tempat si Kura-kura lah yang menjadi tuan rumah untuk acaranya.

Pada saat mereka bertiga terlihat seru mengobrol tentang saat mereka pertama kali bertemu dengan sambil makan dan minum, si Kaki Seribu pun merasa ingin merokok, dan bertanya kepada si Kura-kura, “Eh Kuya, punya rokok enggak? Asem nih mulut habis minum bir”. Setelah si Kaki Seribu meminta rokok, si Kura-kura pun mencari dilacinya.

Kura-kura: “Oh iya, gue lupa kalau stok rokok gue habis. Kalau gitu, di antara kalian berdua tolong bantu gue beliin rokok donk di warung sebelah.”
Katak: “Loh, kenapa di antara kita berdua yang harus beliin? Orang tuan rumahnya siapa.”
Kura-kura: “Yah, kalian kan tau kalau di antara kita bertiga, gue yang jalannya paling lelet.”
Kaki Seribu: “Oh, iya juga sih. Kalau si Kuya yang beli rokoknya, bisa-bisa lebaran monyet tahun depan baliknya. Hehehe.. Kalau gitu, si Botak aja tuh yang beli biar cepat, sekali lompat juga sampai ke warung sebelah.”
Katak: “Pala mu peyang, Elu lah yang lebih cepat, kaki aja ada seribu”.

Sekian lama saling berdiskusi lempar-lemparan tugas di antara tiga sahabat ini, pada akhirnya si Kaki Seribu lah yang akan pergi membeli rokok. Sementara itu, si Katak dan si Kura-kura pun menunggu sambil bergosip tentang si Monyet yang lagi lebaran.

Lima menit pertama menunggu, si Kaki Seribu masih belum kembali, 10 menit menunggu, juga belum kembali, 30 menit, dan sampai akhirnya 1 jam menunggu, si Kaki Seribu pun masih belum kembali. Si Katak pun kebingungan dan bertanya, “Eh Kuya, memang warungnya seberapa jauh sih?”
Kura-kura: “Warungnya kan cuma depan tikungan”
Katak: “Loh, ini kenapa 1 jam juga belum sampai?”
Kura-kura: “Mana tau, kita susulin yuk”

Karena kelamaan menunggu, mereka berdua pun menyusuli si Kaki Seribu. Tetapi, pada saat si Katak membuka pintu, ternyata si Kaki Seribu ada di depan pintu.

Katak: “Loh, ini dia baru nongol!”
Kura-kura: “Ke mana aja nih? Dari tadi ditungguin sampai 1 jam”
Kaki Seribu: “Boro-boro nanyain ke mana aja, ini jalan aja belom”
Kura-kura: “HAH?! BELOM JALAN?! Dari tadi ngapain aja?”
Kaki Seribu: “Lu pada enggak liat apa gue lagi PAKAI SEPATU?”

Bagi kalian yang enggak dapat humornya:

Si Kaki Seribu tersebut memakai sepatu pada tiap kakinya. Kebayangkan, namanya juga kaki seribu, kalau masing-masing kakinya dipakai sepatu, berapa lama dia selesai pakai sepatu?

Kisah Tiga Sahabat yang Ingin Merokok

Comments

comments

Komentar Anda yang Lucu

Read more:
Shimiken Raja Porno Jepang
70 Pria lawan 10.000 Wanita, Raja Porno Kelelahan

Shimiken, sang Raja Porno Jepang Seperti yang kita ketahui, Negara Jepang merupakan salah satu negara yang memiliki industri film porno...

Close